by

Dikalahkan Napoli, Ini Kesalahan Liverpool Menurut Jurgen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengakui timnya tampil tak memadai baik waktu takluk dari Napoli di matchday ke dua Grup C Liga Champions 2018/19, Kamis (4/10) dini hari WIB. The Reds menyerah dengan skor tidak tebal 0-1. Gol Lorenzo Insigne di menit ke-90 membuyarkan harapan Liverpool mencuri satu poin.

Penampilan skuat Liverpool di laga tersebut bisa saja merupakan permainan terburuk sepanjang musim 2018/19 ini. Skuat Liverpool kelihatan kebingungan waktu bertahan dan kesusahan menyerang.

Statistik mencatat skuat Liverpool lebih-lebih tak dapat mengakibatkan tembakan tepat sasaran. Berbanding jauh dengan Napoli yang membiarkan 14 percobaan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Liverpol kalah kelas secara keseluruhan.

Klopp mengakui ada lebih dari satu kekeliruan Liverpool yang kelihatan jelas, keliru satunya adalah penentuan waktu waktu bertahan. Baca penjelasannya di bawah ini:

Pergerakan Pemain Bertahan

Menurut Klopp, mulanya laga berlangsung sepadan dan sesuai dengan yang Liverpool inginkan. Namun lantas barisan pemain bertahan Liverpool melaksanakan kekeliruan waktu bertahan dari serangan Napoli, pergerakan pemain bertahan Liverpool sering keliru.

“Saya tak 100 persen percaya apa alasannya [kekalahan] namun ini kelihatan jelas. Awal pertandingan berlangsung baik, seperti yang kami idamkan selanjutnya kami punya masalah, penentuan waktu kami waktu defensif tak memadai bagus,” tegas Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Kami tidak menutup ruang kosong di momen yang tepat. Kami tidak bereaksi di lebih dari satu situasi yang mengakibatkan mereka dapat bermain lewat formasi kami.”

Ruang Kosong

Menurut Klopp, keterlambatan menutup ruang kosong sesungguhnya maklum berlangsung di pertandingan. Hanya saja Liverpool terlampau sering melaksanakan kekeliruan itu di laga ini dan Napoli sukses memanfaatkannya dengan baik.

“Hal seperti ini [terlambat menutup ruang kosong] sering berlangsung di dalam pertandingan namun tidak sesering malam ini [dini hari WIB], dan itu mengakibatkan kami kelelahan gara-gara kami terlambat menutup ruang kosong itu.”

“Kami wajib berjuang terlampau keras untuk menutup ruang kosong tersebut dan kala anda menguasai bola selayaknya anda bermain jauh lebih tenang daripada yang kami lakukan,” tutup dia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed